Skip to content
9 Hal yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Mewarnai Rambut Pertama Kali

9 Hal yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Mewarnai Rambut Pertama Kali

Mengubah warna rambut sering dilakukan wanita modern untuk membuat penampilan jadi lebih menarik. Warna rambut baru yang cocok dengan karakter, selera, dan warna kulitmu memang akan menjadikan penampilanmu semakin fresh. Namun, mengecat rambut tentu bukan hanya soal selera dan pemilihan warna saja.

Banyak hal penting yang patut kamu ketahui sebelum memutuskan untuk mewarnai rambut sendiri. Jangan sampai rambutmu telanjur rusak dan membuatmu menyesal di kemudian hari. Ulasan lengkap berikut ini akan menambah wawasanmu seputar proses pewarnaan rambut secara detail.

 

1.  Harus Siap untuk Proses Perawatan Rambut Secara Intensif

Proses mengubah warna rambut tentu melibatkan zat kimia yang rentan menimbulkan efek samping bagi kesehatan rambut. Itulah sebabnya kamu harus benar-benar siap melakukan proses perawatan rambut secara intensif pasca melakukan pewarnaan. Kamu mesti menyiapkan biaya, tenaga, dan waktu ekstra untuk mempertahankan kesehatan rambutmu. Mengabaikan proses perawatan rambut pasca melakukan pewarnaan akan membuat rambutmu jadi kusam, kering, dan mudah rontok. Bahkan, warna rambut pilihanmu juga jadi mudah memudar sehingga rambut kelihatan tidak menarik.

 

2.  Melakukan Tes Alergi Sebelum Mewarnai Rambut

Sebaiknya kamu melakukan tes alergi terlebih dahulu sebelum mewarnai rambut. Karena kandungan ParaPhenyleneDiamine (PPD) yang terdapat dalam cat rambut bisa menimbulkan reaksi alergi pada sebagian orang ketika zat tersebut mulai teroksidasi. Beberapa gejala reaksi alergi cat rambut yang kerap terjadi antara lain:

●     Kulit kemerahan dan gatal.

●     Timbul bengkak pada bagian kelopak mata, bibir, dan tangan.

●     Merasakan sensasi terbakar pada permukaan kulit.

●     Ruam-ruam di bagian tubuh lainnya.

●     Pada kondisi yang lebih parah, gejala lain yang dapat muncul adalah mual dan muntah, sulit bernapas, hingga pingsan.

Sebelum mewarnai rambut sendiri atau mewarnai rambut di salon, sebaiknya kamu melakukan tes alergi terlebih dahulu. Tes dapat dilakukan sendiri di rumah dengan mengikuti beberapa langkah sederhana ini:

●     Siapkan mangkuk (jangan yang terbuat dari logam) untuk mencampur pewarna dan bahan developer-nya. Campurkan dua bahan tersebut dengan takaran sesuai anjuran pada kemasan produk. Gunakan cotton bud untuk mengaduk campuran tersebut hingga merata.

●     Oleskan campuran cat rambut pada sisi lengan bagian dalam dengan luas kurang lebih 1 inchi (6 cm2). Bila campuran tersebut tidak mengering setelah 30 menit, hapus dengan tisu secara perlahan-lahan.

●     Diamkan campuran cat rambut pada permukaan kulit lengan selama kurang lebih 30 menit. Jika kamu mulai mengalami reaksi alergi setelah 30 menit, berarti kamu termasuk orang yang alergi cat rambut.

●     Jika kamu tidak merasakan apapun setelah 30 menit, lanjutkan tes selama 48 jam. Ketika tes masih berlangsung, usahakan agar permukaan kulit yang diolesi cat rambut tidak terkena air. Kamu bisa menutupinya dengan kain kasa saat kamu mandi.

●       Kalau kamu tidak mengalami gangguan apapun pasca melakukan tes alergi selama 48 jam, berarti kamu tidak rentan alergi dan boleh mengecat rambut.

 

3.  Memprioritaskan Teknik Pewarnaan Balayage

Di antara sekian banyak teknik pewarnaan rambut, balayage merupakan teknik yang paling aman bagi kesehatan rambut. Kata balayage berasal dari Bahasa Perancis yang artinya menyapukan warna. Tak seperti teknik pewarnaan lain yang membutuhkan touchup tiga hingga empat kali setahun, rambut yang diwarnai dengan teknik balayage hanya butuh touchup dua kali setahun. Proses tersebut membuat rambutmu tidak terlalu sering terpapar zat kimia sehingga risiko kerusakannya semakin kecil. Selain itu, balayage juga semakin diminati karena prinsip pewarnaannya disesuaikan dengan warna rambut alami agar hasilnya natural.

Proses balayage membutuhkan waktu kurang lebih dua hingga enam jam, tergantung dari panjang dan tekstur rambut. Penata rambut harus memilah dan memisahkan jalinan rambut terlebih dahulu kemudian mulai mengoleskan pewarna secara vertikal lalu membungkusnya dengan aluminium foil. Proses mendiamkan zat pewarna rambut harus dilakukan selama kurang lebih 60 menit. Selanjutnya, rambut harus melalui proses toning supaya warnanya terlihat lebih cerah dan berkilau. Terakhir, rambutmu dicuci dengan purple shampoo lalu dikeringkan agar hasil akhirnya sempurna.

 

4.  Memilih Warna Rambut yang Natural dan Sesuai Warna Kulit

Kamu memang bebas menentukan warna rambut baru sesuai selera. Namun, sebaiknya kamu mengutamakan warna-warna yang natural dan sesuai dengan warna kulitmu. Bila kamu memiliki kulit yang cenderung gelap, sebaiknya kamu memilih warna-warna bernuansa dingin seperti ash gray, silver, dan pastel. Sedangkan jika kamu memiliki kulit berwarna terang, pilihan warna bernuansa hangat seperti honey dan brown light tentu lebih cocok untukmu.

Pemilihan warna rambut yang tepat akan membuat penampilanmu terkesan segar dan jauh dari kesan pucat atau kusam. Pastikan kamu memilih warna rambut yang tone-nya maksimal dua kali lebih terang dari warna kulitmu supaya hasil pewarnaannya tidak terkesan berlebihan.

 

5.  Jangan Mencuci Rambut 48 Jam Sebelum Rambut Diwarnai

Bila kamu berencana mengubah warna rambut, usahakan untuk tidak mencuci rambut minimal 2 hari (48 jam) sebelum rambut diwarnai. Sebum atau minyak alami yang diproduksi kulit kepala sangat penting untuk menjaga kelembapan rambut. Minyak alami tersebut akan melindungi rambutmu dari paparan zat kimia dalam proses pewarnaan. Selain itu, minyak alami pada kulit kepala juga dapat mencegah iritasi akibat amonia dalam zat pewarna rambut. Kamu jadi tak perlu terlalu resah dengan risiko rambut rusak dan kulit kepala iritasi jika belum keramas selama dua hari sebelum mengecat rambut.

 

6.  Memilih Produk Cat Rambut Berkualitas

Kamu mesti teliti memilih salon terpercaya yang selalu menggunakan produk pewarna rambut berkualitas sehingga kamu terhindar dari risiko kerusakan rambut akibat penggunaan produk yang mutunya rendah. Jika kamu berencana mewarnai rambut sendiri di rumah, kamu harus memahami beberapa kriteria produk cat rambut berkualitas berikut ini:

●     Pilihlah produk cat rambut merek terkenal yang kualitasnya sudah teruji. Cat rambut yang diproduksi merek terkenal biasanya sudah lolos uji standar kesehatan sehingga aman digunakan. Pastikan bahwa cat rambut yang kamu pilih sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

●     Sebaiknya kamu memilih cat rambut yang dilengkapi kandungan nutrisi untuk meminimalkan risiko kerusakan rambut pasca pewarnaan.

●     Agar terhindar dari jebakan produk pewarna rambut palsu, usahakan untuk membelinya di tempat yang aman seperti minimarket, supermarket, atau e-commerce terpercaya.

 

7.  Tidak Mencuci Rambut Minimal 3 Hari Setelah Proses Pewarnaan

Setelah mewarnai rambut, sebaiknya kamu tidak terburu-buru mencuci rambut. Karena rambut butuh proses adaptasi pasca terkena zat pewarna. Kondisi rambut harus benar-benar stabil dan sudah menyerap warna dengan sempurna pasca pewarnaan. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu tidak mencuci rambut minimal tiga hari setelah proses pewarnaan. Kamu juga harus memperhatikan beberapa hal penting ini ketika mencuci rambut:

●     Selalu menggunakan air dingin agar warna rambut lebih tahan lama dan tampak berkilau.

●     Intensitas mencuci rambut sebaiknya dilakukan satu minggu sekali agar warna rambut tidak lekas memudar dan kelembapan alami rambut tetap terjaga.

●     Gunakan shampoo dan conditioner khusus rambut berwarna seperti TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair untuk memberi nutrisi dan melindungi rambut berwarna dari kerusakan serta membantu mempertahankan rambut indah berkilau dan tahan lama.

9 Hal yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Mewarnai Rambut Pertama Kali

Source: Instagram/@titantyra (https://www.instagram.com/p/CHzzBOlh1mq/)

 

●     Jangan mencuci rambut terlalu lama atau menggosok rambut terlalu kuat supaya rambut yang diwarnai tidak mudah rontok.

●     Proses mengeringkan rambut sebaiknya dilakukan secara alami dengan cara diangin-anginkan. Kamu harus mengurangi penggunaan hair dryer karena temperatur panasnya bisa membuat rambut yang diwarnai jadi kusam dan kering. Jika memang harus menggunakan hair dryer dengan suhu panas, pastikan sebelum menggunakan hair dryer semprotkan TRESemmé Keratin Smooth Heat Protect Spray memberikan protein terhadap rambut, memberikan hasil rambut yang lembut dan berkilau.

 

8.  Merawat Rambut yang Diwarnai Secara Telaten

Proses merawat rambut pasca pewarnaan harus dilakukan secara telaten dengan memperhatikan beberapa hal penting ini:

●     Kandungan amonia pada pewarna rambut berisiko menghilangkan protein alami pada rambutmu. Itulah sebabnya kamu harus rutin memakai masker yang kaya kandungan protein untuk menggantikan protein rambut yang hilang. Asupan protein akan membuat rambutmu senantiasa lembut dan proses pertumbuhannya pun jadi maksimal.

●     Sebaiknya kamu mengurangi penggunaan alat styling rambut berupa hair dryer dan flat iron (catokan) setelah mewarnai rambut. Temperatur panas dari alat-alat styling tersebut berisiko merusak kutikula rambut, terutama pada rambut yang diwarnai. Jika kamu terlalu sering menggunakan alat-alat styling, kemungkinan besar rambutmu jadi kering, mudah rontok, dan kusam. Warna rambut pun jadi mudah memudar sehingga tampak kurang menarik.

●     Paparan sinar matahari yang berlebihan ternyata rentan membuat warna rambut jadi kusam. Untuk menyiasati hal ini, sebaiknya kamu menggunakan penutup kepala (misalnya topi, hoodie jacket, atau head cap) selama beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Cara sederhana ini terbukti efektif melindungi warna rambutmu yang indah supaya tak mudah kusam akibat sinar matahari.

●     Bukan hanya krim masker yang mengandung nutrisi untuk rambutmu. Kamu juga bisa memenuhi kebutuhan nutrisi rambut dengan menggunakan serum secara rutin. Pilihlah produk serum khusus untuk rambut yang diwarnai. Manfaat serum akan melindungi rambutmu dari sinar matahari dan temperatur alat styling yang panas. Perlindungan dari serum juga akan membuat warna rambutmu lebih tahan lama.

●     Kandungan klorin dan bahan kimia lainnya dalam air kolam renang berisiko merusak warna rambutmu. Kalau kamu hobi berenang atau sering melakukan aktivitas di air, sebaiknya kamu senantiasa menggunakan swim cap untuk melindungi rambut. Swim cap membuat rambutmu tak bersentuhan langsung dengan air kolam renang sehingga paparan klorin tidak membuat warnanya tidak gampang berubah.

●     Ada berbagai bahan alami yang baik untuk kesehatan rambut, terutama rambut yang diwarnai. Kamu bisa membuat masker rambut berbahan dasar minyak zaitun, pisang, lidah buaya, madu, alpukat, dan beragam bahan lainnya. Kalau kamu merawat rambut secara telaten dengan bahan-bahan alami, niscaya rambutmu akan selalu sehat dan warnanya tak gampang memudar.

 

9.  Mencuci Rambut dengan Shampoo dan Conditioner Khusus Rambut Berwarna

Merawat rambut yang baru diwarnai tak akan sulit karena kamu bisa mengandalkan produk shampoo dan conditioner TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair. Varian produk TRESemmé yang satu ini diformulasikan khusus untuk merawat rambut yang diwarnai agar tidak rentan rusak dan selalu tampak indah berkilau. Shampoo TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair mengandung Plant Placenta Extract yang efektif memberikan nutrisi bagi rambut sekaligus melindunginya dari risiko kerusakan.

tsm color radiance

Untuk melengkapi manfaat shampoo tersebut, jangan lupa pula menggunakan conditioner-nya yang mengandung Color Radiance Booster agar warna rambut lebih berkilau dan tahan lama. Penggunaan sampo dan conditioner TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair akan membuat rambutmu selalu sehat sehingga kamu senantiasa percaya diri dengan penampilanmu.

 

Jadi, apakah kamu sudah yakin akan mengecat rambut dalam waktu dekat?

Tampil menarik dengan warna rambut favorit bukanlah hal mustahil jika kamu selalu bisa merawatnya dengan telaten.