Skip to content
Toning vs Bleaching, Apa Bedanya

Toning vs Bleaching, Apa Bedanya?

Pewarnaan rambut merupakan salah satu proses mengubah tampilan rambut yang digemari kaum wanita. Teknik pewarnaan rambut pun sangat beragam berdasarkan perbedaan proses dan bahannya. Pemilihan metode pewarnaan rambut berdasarkan kondisi rambut sangat penting dilakukan supaya warna rambut lebih masuk dan untuk menghindari rambut rusak.   Dua teknik pewarnaan rambut yang sering dikira sama adalah toning dan bleaching. Padahal, kedua teknik tersebut sangat berbeda satu sama lain. Untuk menambah wawasanmu tentang toning dan bleaching rambut, mari simak dulu ulasan lengkapnya berikut ini!

 

Mengenal Teknik Toning Rambut

Toning vs Bleaching

Toning dapat didefinisikan sebagai proses pewarnaan rambut yang menggunakan toner atau zat pewarna alami tanpa kandungan amonia. Jika dibandingkan dengan teknik pewarnaan lainnya, kandungan zat toner mengandung hidrogen peroksida (bahan developer) yang lebih sedikit dan teksturnya lebih cair. Para hair expert merekomendasikan proses toning karena dianggap lebih aman bagi kondisi rambut. Proses toning juga populer dengan sebutan koreksi warna. Karena membuat hasil warna toning akan mengubah rambut yang berwarna orange atau kuning terang jadi terkesan lebih lembut dan natural.

 

Kelebihan Teknik Toning

Beberapa kelebihan teknik toning berikut ini membuat banyak orang tergugah mencobanya ketika ingin mengganti warna rambut:

●       Zat toner akan melapisi permukaan rambut sehingga membuat warna alami rambut tampak berkilau. Hasilnya, warna asli rambut akan tampak semakin kuat dan bercahaya.

●       Tidak rentan membuat rambut jadi kusam, kering, atau rontok karena kandungan bahan yang digunakan tergolong aman.

●       Warna rambut kelihatan natural dan lembut karena proses pewarnaan tidak mengganggu kutikula rambut.

●       Teknik pewarnaan toning tidak perlu melalui proses bleaching sehingga tidak mempengaruhi kesehatan rambut.

●       Cocok untuk tujuan menutupi uban. Itulah sebabnya toning sering dimanfaatkan oleh lansia, perokok, atau orang-orang dengan kondisi genetik tertentu yang beruban di usia muda.

●       Proses toning yang dilakukan dengan benar juga bisa membuat tekstur rambut terkesan lebih tebal.

 

Kekurangan Teknik Toning

Selain memiliki banyak kelebihan, teknik toning juga memiliki beberapa kekurangan yang harus diatasi dengan cara yang tepat. Kekurangan tersebut antara lain:

●       Pilihan warna toning rambut lebih terbatas dibandingkan dengan teknik pewarnaan lainnya. Kamu tak bisa mewarnai rambut dengan warna-warna terang seperti ash grey atau ocean blue ombre.

●       Hasil toning tidak akan bertahan lama pada warna rambut alami, hanya berkisar antara empat hingga enam minggu saja. Proses toning merupakan tahapan penyempurnaan teknik pewarnaan lain untuk menghasilkan warna akhir yang kamu inginkan. Itulah sebabnya proses toning patut dilakukan setelah bleaching. Kamu mesti mengulangi proses toning secara berkala untuk mempertahankan warna rambut supaya tetap menarik.

●       Warna rambut hasil toning akan mudah luntur dalam waktu maksimal 3 bulan. Apalagi jika kamu tidak merawat rambut dengan telaten pasca melakukan pewarnaan.

 

Langkah-Langkah Toning Rambut

Proses toning rambut sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah jika kamu sudah familiar. Namun, sebaiknya kamu mempercayakan proses ini pada salon langgananmu kalau kamu belum pernah melakukannya. Langkah-langkah toning rambut untuk mendapatkan warna yang kamu inginkan adalah sebagai berikut:

●       Mencari referensi merek toner rambut yang berkualitas. Jangan mudah tergoda dengan suatu merek hanya karena iming-iming harga yang murah. Kamu tentu tak mau kan rambutmu malah rusak akibat menggunakan produk toner secara sembarangan.

●       Selanjutnya, kamu juga harus jeli menentukan warna toner yang sesuai dengan warna rambutmu. Rambut dengan elemen warna jingga sebaiknya menggunakan toner biru. Sedangkan rambut yang berwarna kuning lebih cocok dengan toner ungu. Pemilihan warna toner sangat berpengaruh terhadap hasil akhir proses pewarnaan rambut.

●       Jika sudah menyiapkan toner, campurkan toner tersebut dengan bahan developer sesuai dengan instruksi pada kemasannya. Biasanya rasio campuran toner pada setiap merek pasti berbeda-beda.

●       Oleskan campuran toner dan developer pada seluruh bagian rambut hingga merata. Lalu tunggu sebentar sesuai dengan instruksi pada kemasan toner.

●       Beberapa saat kemudian, kamu bisa mulai membilas rambutmu dengan air mengalir yang bersih. Kamu juga bisa menggunakan conditioner supaya rambutmu lebih berkilau dan lembut usai keramas.

 

Mengenal Teknik Bleaching Rambut

Toning vs Bleaching

Apakah kamu merasa familiar dengan teknik bleaching rambut?

Bleaching adalah proses menghilangkan warna asli rambut sehingga zat pewarna lebih mudah meresap dan menghasilkan warna baru yang diinginkan. Proses pewarnaan ini biasanya dilakukan pada rambut berwarna gelap (cokelat atau hitam) untuk mendapatkan warna yang lebih terang seperti pastel atau blonde.

 

Kelebihan Teknik Bleaching

Beberapa kelebihan berikut ini membuat banyak wanita memilih bleaching sebagai teknik pewarnaan rambut andalan:

●       Bleaching merupakan teknik paling cepat dan paling mudah untuk mengubah warna rambut menjadi lebih terang.

●       Penggunaan larutan pemutih untuk bleaching juga lebih cepat dan mudah daripada mewarnai rambut sendiri di rumah (Do It Yourself atau DIY).

●       Proses bleaching dapat menghasilkan transisi warna yang bagus, terutama untuk warna-warna cerah seperti ungu, merah, atau blonde.

 

Kekurangan Teknik Bleaching

Kalau kamu memutuskan akan melakukan bleaching rambut dalam waktu dekat, kamu juga harus mengantisipasi beberapa kekurangan bleaching berikut ini:

●       Proses memutihkan rambut yang dilakukan dalam tahapan bleaching berisiko merusak rambut. Jika dilakukan secara keliru, rambut akan jadi kering, kusam, dan mudah rontok karena terkena paparan zat kimia secara berlebihan. Itulah sebabnya kamu tak disarankan melakukan bleaching terlalu sering sebab rambut juga butuh jeda waktu agar kondisinya pulih seperti semula.

●       Kamu wajib melakukan retouching terus-menerus untuk mempertahankan warna rambut hasil bleaching, terutama jika kamu memiliki warna rambut asli yang gelap, misalnya hitam. Pangkal rambut akan berwarna gelap karena rambut bertumbuh dalam kurun waktu beberapa bulan pasca bleaching.

●       Ada beberapa merek bahan bleaching yang dapat menyebabkan migrain karena kandungan hidrogen peroksidanya sangat tinggi. Risiko migrain akan semakin besar bila bahan bleaching tersebut menempel pada kulit kepala dalam waktu lama.

 

Langkah-Langkah Bleaching Rambut

Proses bleaching rambut biasanya dilakukan dengan beberapa tahapan berikut ini:

●       Mencari referensi merek bahan bleaching rambut yang berkualitas. Idealnya, kandungan hidrogen peroksida pada bahan bleaching berkisar antara 3% hingga 9% agar bisa menghasilkan warna yang maksimal sekaligus aman bagi rambut.

●       Pastikan bahwa rambutmu berada dalam kondisi kering sebelum melakukan proses bleaching. Kamu juga tidak disarankan menggunakan alat styling sesaat sebelum bleaching dimulai.

●       Masukkan campuran bahan bleaching ke dalam wadah agar proses penggunaannya jadi lebih mudah. Lalu, gunakan sarung tangan karet dan siapkan kuas untuk meratakan bahan bleaching pada seluruh bagian rambut.

●       Oleskan bahan bleaching secara merata pada rambut, tetapi jangan sampai terkena kulit kepala karena rentan menyebabkan iritasi.

●       Jika seluruh bagian rambut sudah tertutupi bahan bleaching, tutuplah kepala dengan shower cap selama 15 hingga 20 menit. Proses ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama demi meminimalkan risiko kerusakan rambut.

●       Setelah 20 menit, kamu bisa segera membilas bahan bleaching pada rambutmu. Cucilah rambut seperti biasa dengan sampo dan air dingin supaya rambut tidak rusak. Kamu juga dapat menggunakan conditioner selama dua hingga tiga menit agar rambut jadi lebih setelah proses bleaching selesai.

●       Orang-orang yang berambut gelap biasanya tak mendapatkan hasil bleaching yang diinginkan dalam satu kali proses. Kalau hasil bleaching tampak kurang maksimal, berarti kamu harus mengulangi proses tersebut. Namun, jangan lupa memberi jeda waktu satu hingga dua minggu sebelum mengulang bleaching.

 

Hal-Hal Penting yang Harus Diketahui Sebelum Melakukan Bleaching

Agar hasil bleaching semakin maksimal dan rambutmu tetap sehat, kamu tentu harus memperhatikan beberapa hal penting ini:

●       Rambut yang bertekstur halus dan berwarna lebih gelap akan lebih rentan rusak jika menjalani proses bleaching berkali-kali. Hal inilah yang membuat proses bleaching untuk orang-orang berambut hitam jadi lebih sulit daripada orang berambut cokelat. Di samping itu, orang-orang yang memiliki tekstur rambut tebal juga memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap dampak buruk bleaching.

●       Untuk memperoleh hasil terbaik, sebaiknya kamu tidak mencuci rambut satu hingga dua hari sebelum bleaching. Minyak alami yang terdapat pada rambut akan melindungi rambutmu dari efek bleaching. Proses bleaching dan hasil pewarnaan tak akan terganggu bila kamu melakukannya tanpa mencuci rambut terlebih dahulu.

●       Usahakan untuk melakukan patch test sebelum bleaching untuk menguji sensitivitas dirimu terhadap bahan bleaching. Caranya, oleskan sedikit krim bleaching pada kulit belakang telinga lalu tunggu selama beberapa menit. Jika kamu merasakan sensasi panas dan gatal, sebaiknya kamu tidak melanjutkan bleaching. Sebab hal tersebut menunjukkan bahwa bahan bleaching pilihanmu akan menimbulkan reaksi alergi.

●       Jangan malas melakukan perawatan rambut sebelum bleaching, yaitu pada satu hingga enam bulan sebelumnya. Proses perawatan penting untuk memastikan rambut dalam keadaan sehat sehingga tidak mudah rusak pasca bleaching. Kamu bisa memulainya dengan perawatan sederhana seperti penggunaan conditioner dan hair tonic secara teratur. Selain itu, creambath juga baik untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi rambut.

●       Satu hingga dua minggu pasca bleaching, sebaiknya kamu menyempurnakan proses pewarnaan dengan melakukan toning. Karena warna toning rambut akan tampak lebih menarik dan natural. Warna rambut yang putih kekuningan pasca bleaching bisa berubah menjadi putih terang dan siap melanjutkan tahapan pewarnaan berikutnya.

●       Setelah melakukan bleaching, sebaiknya kamu tak terlalu sering mencuci rambut. Cucilah rambut setiap dua hingga tiga hari sekali supaya rambut menghasilkan minyak alami. Jika rambutmu tetap menghasilkan minyak alami, kamu tak akan berurusan dengan masalah rambut kering dan kusam.

●       Sebaiknya kamu mengganti produk perawatan rambut dengan menggunakan sampo ungu (purple shampoo). Produk tersebut diformulasikan khusus untuk menjaga kesehatan dan warna rambut pasca melakukan pewarnaan. Sehingga rambutmu akan tetap sehat dan indah setelah melalui proses bleaching.

produk tresemme

Merawat rambut pasca melakukan pewarnaan akan semakin praktis jika kamu menggunakan shampo dan conditioner TRESemmé Color Radiance & Repair for Bleached Hair. Produk TRESemmé ini merupakan sampo ungu pertama di Indonesia yang diformulasikan khusus dengan Color Radiance Booster dan Plant Placenta Extract.

Manfaat sampo dan conditioner TRESemmé Color Radiance & Repair for Colored Hair akan memberi nutrisi untuk rambut, melindungi warna rambut dari kerusakan, dan mempertahankan rambut indah berkilau. Kamu tak perlu khawatir rambutmu akan mudah rusak dan kusam akibat proses toning atau bleaching.

Nah, apakah sekarang kamu sudah siap mengubah penampilan dengan warna toning rambut yang kamu inginkan?