Kulit Kepala Gatal Berlebihan? Waspada Tanda Dermatitis Seboroik Skip to content
Kulit Kepala Gatal Berlebihan? Waspada Tanda Dermatitis Seboroik

Kulit Kepala Gatal Berlebihan? Waspada Tanda Dermatitis Seboroik

Kulit kepala gatal selalu diidentifikasikan sebagai gejala ketombe. Padahal, masalahnya mungkin bisa lebih serius dari ketombe biasa. Dermatitis seboroik misalnya, gangguan kulit kepala ini bisa menyebabkan gatal yang teramat sangat. Bahkan, dermatitis seboroik juga dapat mengakibatkan ketombe, kulit kepala bersisik, sampai dengan kemerahan.

Dermatitis seboroik bukan masalah kulit kepala sepele. Jika dibiarkan begitu saja kulit kepala akan mengalami gatal yang parah sehingga mengganggu aktivitas penderitanya. Agar kamu bisa mencegah dermatitis seboroik secara tepat, kenali semua hal tentang peradangan pada kulit kepala ini.

 

Apa Itu Dermatitis Seboroik?

Kulit Kepala Gatal Berlebihan? Waspada Tanda Dermatitis Seboroik

Bagi kamu yang belum mengetahui tentang dermatitis seboroik, ini merupakan jenis penyakit kulit yang bisa terjadi di bagian kulit manapun, mulai dari dahi, pangkal paha, wajah, ketiak, dada bagian atas, sampai dengan kulit kepala. Pada umumnya, penyakit kulit ini lebih sering terjadi di area kulit yang berminyak.

Jika dilihat sekilas, dermatitis seboroik ini mirip dengan penyakit kulit psoriasis dan eksim. Kemunculan dermatitis seboroik selalu ditandai dengan kulit kering, mengelupas, dan kemerahan. Proses pengelupasan kulit akan disertai dengan rasa gatal yang kadang tak tertahankan.

Beberapa jenis penyakit kulit termasuk menular, tapi tidak dengan dermatitis seboroik. Penyakit kulit yang satu ini tidak bersifat menular. Orang yang mengalami penyakit ini kesehatannya tidak akan terpengaruh dan bisa tetap beraktivitas seperti biasa. Hanya saja, rasa gatal yang disebabkan dermatitis seboroik ini sifatnya memang sangat mengganggu.

 

Penyebab Dermatitis Seboroik

Kulit Kepala Gatal Berlebihan? Waspada Tanda Dermatitis Seboroik

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dermatitis seboroik. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat dikaitkan sebagai penyebab dermatitis seboroik. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya dermatitis seboroik:

●     Jamur

Infeksi kulit dermatitis seboroik disebabkan oleh jamur Malassezia. Diperkirakan jamur ini berkembang semakin pesat di area kulit yang memproduksi minyak berlebih, salah satu contohnya adalah kulit kepala.

Pertumbuhan jamur Malassezia pada kulit kepala umumnya terjadi pada orang-orang dengan jenis rambut berminyak atau yang tidak keramas secara teratur.

●     Psoriasis

Selain karena infeksi jamur, kemunculan dermatitis seboroik bisa menjadi tanda bahwa kulitmu mengalami psoriasis. Psoriasis adalah peradangan pada kulit yang ditandai dengan kemerahan, bersisik, dan mudah mengelupas.

Seseorang dapat mengalami psoriasis karena sistem kekebalan tubuhnya menurun. Di samping itu, psoriasis memang bisa menjadi pertanda kondisi psikis penderitanya sedang tidak baik. Ya, orang yang sedang mengalami stres biasanya lebih rentan terkena psoriasis.

Faktor cuaca dingin juga bisa dikaitkan dengan terjadi psoriasis. Pasalnya, pada saat cuaca dingin maka hal tersebut dapat membuat kondisi kulit menjadi sangat kering dan lebih mudah berkembang menjadi psoriasis.

●     Sering Menggaruk Kulit Kepala

Apakah kamu memiliki kebiasaan sering menggaruk kulit kepala? Jika ya, waspadalah karena kebiasaan sepele ini bisa berubah menjadi dermatitis seboroik. Kulit kepala adalah area yang sensitif. Bahkan, kulit kepala tergolong lebih tipis dibanding kulit di bagian tubuh lainnya.

Bayangkan jika kulit kepala ini terus mendapatkan gesekan dengan jari atau kuku pada saat kamu menggaruknya, lama kelamaan kulit kepala akan mengalami peradangan. Peradangan tersebut lama-lama akan berkembang menjadi dermatitis seboroik yang menyebabkan kulit kepala mengelupas dan semakin terasa gatal.

●     Gejala Penyakit Serius

Meskipun jarang terjadi, dermatitis seboroik dapat menjadi pertanda adanya penyakit serius pada tubuh penderitanya. Ada beberapa orang dengan penyakit tertentu yang lebih berisiko mengalami dermatitis seboroik, seperti:

1.  Memiliki daya tahan tubuh yang sangat lemah, seperti penderita HIV/AIDS, kanker, atau baru saja menjalani transplantasi organ.

2.  Sedang dalam pemulihan dari penyakit tertentu, seperti penyakit jantung misalnya.

3.  Mengalami gangguan mental atau saraf, dalam hal ini meliputi parkinson atau depresi.

4.  Konsumen obat-obatan tertentu, seperti interferon, lithium, dan psoralen.

Beberapa faktor penyebab dermatitis seboroik masih bisa dicegah, seperti keramas dengan teratur agar kulit kepala tidak berminyak dan tidak menjadi saran pertumbuhan jamur Malassezia. Akan tetapi, jika dermatitis seboroik disebabkan oleh penyakit serius, maka kondisi tersebut tidak bisa dihindari. Namun setidaknya kamu tetap bisa mencari cara untuk mengobati dermatitis seboroik.

 

Gejala Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik adalah penyebab ketombe. Namun, ada beberapa hal yang membuat dermatitis seboroik ini berbeda dari ketombe biasa. Kondisi kulit kepala orang yang mengalami dermatitis seboroik cenderung lebih kemerahan dan mengelupas dibanding orang yang hanya berketombe biasa tanpa disertai peradangan.

Untuk membandingkan antara dermatitis seboroik dengan ketombe biasa, kenali beberapa gejala yang ditimbulkan penyakit kulit berikut ini:

●     Kulit Kepala Terasa Gatal

Baik ketombe biasa maupun dermatitis seboroik sama-sama menimbulkan rasa gatal pada kulit kepala. Hanya saja, rasa gatal yang dirasakan penderita dermatitis seboroik umumnya lebih intens dan berlangsung lama.

Apabila rasa gatal yang ditimbulkan ketombe sifatnya hanya sesekali, penderita dermatitis seboroik akan merasakan gatal yang sering sehingga timbul keinginan untuk menggaruknya. Padahal, menggaruk kulit kepala yang mengalami dermatitis seboroik hanya akan memperparah kondisinya.

●     Kulit Kepala Memerah

Dermatitis seboroik adalah kondisi kulit kepala yang mengalami peradangan. Alhasil, salah satu gejala yang ditimbulkan adalah kulit kepala yang kemerahan. Area kulit kepala yang mengalami peradangan tersebut akan terasa gatal dan panas.

●     Serpihan Kulit yang Mengelupas

Serpihan kulit kepala yang mengelupas sering diidentifikasikan sebagai ketombe. Dermatitis seboroik yang semakin parah memang akan membuat kulit kepala terkelupas dan mengakibatkan ketombe. Tak hanya berguguran ketika digaruk, kulit kepala yang terkelupas karena dermatitis seboroik ini akan jatuh dengan sendirinya tanpa digaruk sekalipun.

Jika diamati lebih dekat, kulit yang terkena dermatitis seboroik ini terlihat mengelupas dengan jelas. Bahkan, serpihan kulit kepala karena dermatitis seboroik ini ukurannya beberapa kali lipat lebih besar dibanding ketombe biasa (yang tidak disebabkan oleh dermatitis seboroik).

●     Timbul Sisik di Kulit Kepala

Mintalah orang lain untuk mengamati kulit kepalamu. Apabila kulit kepala kemerahan, mengalami pengelupasan, dan terasa kasar bersisik, maka penyakit kulit yang kamu alami bukan sekedar ketombe biasa, tapi sudah bisa dikategorikan sebagai dermatitis seboroik.

Bagian kulit kepala yang bersisik ini umumnya berwarna putih atau kuning. Jika disentuh dengan tangan, kamu akan bisa merasakan tekstur yang kasar dan tidak wajar. Coba bandingkan kulit kepala yang bersisik karena dermatitis seboroik dengan kulit kepala yang normal, pasti kamu akan merasakan perbedaan tekstur kedua jenis kulit kepala ini ketika menyentuhnya.

 

Cara Mengobati Dermatitis Seboroik

Kulit Kepala Gatal Berlebihan? Waspada Tanda Dermatitis Seboroik

Sebagian kasus dermatitis seboroik bisa sembuh dengan sendirinya. Perawatan yang tepat akan bantu mempercepat proses penyembuhan masalah kulit ini. Nah, jika saat ini kamu sedang mengalami dermatitis seboroik, coba lakukan beberapa cara berikut untuk membantu proses penyembuhan dermatitis seboroik:

●     Gunakan Shampoo dan Conditioner Khusus

Saat mengalami dermatitis seboroik, kamu harus lebih hati-hati dalam memilih shampoo dan conditioner yang dipakai sehari-hari. Pilih produk shampoo dan conditioner yang aman untuk kulit kepala yang sedang sensitif atau mengalami peradangan. Penggunaan shampoo dan conditioner berbahan keras hanya akan membuat kondisi kulit kepala semakin parah.

 

TRESemmé Scalp Care Shampoo & Conditioner adalah pilihan terbaik untuk merawat rambut dan kulit kepala yang mengalami dermatitis seboroik. Dengan kandungan Tea Tree Oil dan ZPTO dapat membersihkan rambut secara menyeluruh dan merawat kulit kepala untuk mengurangi gatal, membersihkan rambut dari ketombe sekaligus menutrisi dan memperkuat rambut untuk mencegah kerontokan.

●     Perbanyak Konsumsi Air Putih

Proses penyembuhan dermatitis seboroik bisa menjadi lebih cepat jika penderitanya lebih banyak mengonsumsi air putih dan mengurangi minuman beralkohol untuk sementara waktu. Air putih akan membantu proses metabolisme tubuh yang nantinya akan memberi dampak pada proses pemulihan kulit kepala yang mengalami peradangan.

●     Kurangi Penggunaan Alat Styling Rambut

Untuk sementara waktu, kurangi pemakaian alat styling rambut baik yang mengandalkan suhu panas (hair dryer atau catokan) atau yang tidak menghasilkan suhu panas (roll rambut). Paparan suhu panas yang dihasilkan alat styling akan membuat kulit kepala menjadi semakin teriritasi.

Sementara untuk pemakaian alat styling yang tidak menghasilkan suhu panas juga berpotensi membuat kulit kepala semakin rapuh dan pengelupasan yang dihasilkan akan semakin banyak.

Tak hanya alat styling rambut saja, penderita dermatitis seboroik sebaiknya menghentikan pemakaian hair spray dan produk styling sejenis sampai kulit kepalanya kembali sehat.

●     Gunakan Krim atau Salep Anti Jamur

Pada dasarnya, dermatitis seboroik disebabkan oleh jamur. Jadi, untuk mengobatinya kamu dapat menggunakan krim atau salep anti jamur. Jenis salep anti jamur yang ideal untuk mengobati dermatitis seboroik harus mengandung kortikosteroid. Adapun jenis obat yang biasa diresepkan oleh dokter antara lain adalah hydrocortisone, clobetasol, atau desonide.

Agar kondisi kulit kepala yang mengalami dermatitis seboroik tidak semakin parah, sebaiknya pilih krim atau salep anti jamur yang sesuai anjuran dokter atau apoteker. Pakai obat luar ini sesuai petunjuk penggunaan dan hindari pantangan-pantangannya ketika memakai obat tersebut.

●     Periksakan Diri ke Dokter Bila Tak Kunjung Sembuh

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, proses pemulihan setiap orang tentu berbeda-beda. Ada yang bisa sembuh dalam waktu seminggu, ada juga yang mencapai sebulan.

Jika selama 2-3 minggu dermatitis seboroik tidak menunjukkan tanda-tanda sembuh, maka periksakan diri ke dokter spesialis kulit. Sampaikan kepada dokter gejala yang kamu rasakan dan berapa lama kamu mengalami masalah tersebut. Biarkan dokter meresepkan obat yang tepat untuk mengobati dermatitis seboroik mu.

Meskipun dermatitis seboroik tidak termasuk sebagai penyakit yang dapat membahayakan nyawa, tapi nyatanya keberadaan penyakit ini bisa mengganggu kondisi psikis dan kenyamanan penderitanya. Oleh karena itu, jika kamu merasakan gejala-gejala dermatitis seboroik yang sudah membuatmu merasa tidak nyaman, sebaiknya segera cari cara untuk mengobatinya.

Dermatitis seboroik juga bisa dihindari dengan cara menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala. Jangan lupa untuk selalu keramas setiap hari dan membersihkan seluruh bagian kepala secara menyeluruh agar kamu terhindar dari berbagai masalah rambut maupun kulit kepala.