Skip to content
Alasan Mengapa Rambut Wanita Lebih Sering Mengalami Kerontokan

Alasan Mengapa Rambut Wanita Lebih Sering Mengalami Kerontokan

Banyak orang menganggap rambut rontok sebagai masalah yang identik dengan kaum pria, tetapi sebenarnya hal tersebut juga menimpa setidaknya sepertiga wanita. Tidak seperti pria, wanita jarang mengalami penipisan rambut tanpa menjadi botak. Namun, bukan berarti wanita tidak bisa mengalami kebotakan lho. Ada sejumlah penyebab rambut rontok terus-menerus yang bisa membuat rambut wanita kian menipis. Yuk, cari tahu alasan mengapa rambut wanita lebih sering mengalami kerontokan serta mengenali gejala kebotakan rambut pada wanita sejak dini.

 

Bagaimana Terjadinya Proses Kerontokan Rambut?

Kerontokan rambut dikenal dengan istilah alopecia di dunia medis. Sebenarnya rambut rontok adalah hal yang wajar dialami semua orang, termasuk kaum wanita. Hal tersebut merupakan proses regenerasi karena rambut-rambut yang sudah tua harus digantikan dengan rambut baru. Ada tiga fase pertumbuhan rambut alami yang terjadi pada setiap orang, yaitu:

●     Anagen: rambut tumbuh secara aktif selama dua hingga enam tahun.

●     Catagen: proses transisi yang membuat rambut berhenti tumbuh selama dua hingga tiga minggu.

●     Telogen: fase istirahat ketika rambut mati akan rontok dan digantikan oleh rambut baru.

Ketika rambutmu sedang berada dalam fase telogen, Kamu akan mengalami kerontokan rambut lebih parah daripada biasanya. Biasanya fase telogen berlangsung selama 3 hingga 4 bulan sebelum rambut baru mulai tumbuh. Selama fase tersebut, sebaiknya Kamu tetap merawat rambut secara telaten dan mengonsumsi makanan bergizi dengan porsi seimbang untuk mendukung fase pertumbuhan rambut baru.

 

Berapa Jumlah Rambut Rontok yang Normal dalam Sehari?

Manusia memiliki rata-rata 250.000 folikel rambut di kulit kepala. Beberapa folikel bisa menghasilkan beberapa helai rambut sekaligus. Dengan jumlah folikel tersebut, rata-rata orang akan kehilangan rambut sebanyak 50 hingga 100 helai per hari. Namun, kerontokan rambut juga dipengaruhi faktor lain seperti ketebalan dan panjang rambut. Orang yang berambut pendek atau tipis biasanya mengalami kerontokan lebih sedikit daripada orang-orang yang berambut panjang atau tebal.

Saat keramas, mungkin Kamu akan kehilangan 150 hingga 200 helai rambut. Jumlah rambut yang rontok juga bisa lebih banyak lagi kalau Kamu jarang keramas. Kendati demikian, biasanya jumlah rambut rontok pada hari-hari berikutnya akan berkurang drastis. Bila Kamu kehilangan 150 hingga 200 helai rambut setiap hari, berarti Kamu sedang mengalami kondisi rambut rontok parah yang harus segera diatasi.

 

Beberapa Penyebab Kerontokan Rambut pada Wanita

Penyebab rambut rontok terus-menerus yang dialami kaum wanita bisa diklasifikasikan berdasarkan faktor eksternal dan internal sebagai berikut:

1.  Faktor Eksternal

Pencetus kerontokan rambut secara eksternal ini memang rentan terjadi pada wanita karena cenderung lebih sering bereksplorasi dengan model dan warna rambut:

●     Penggunaan Alat Styling Bertemperatur Panas

Salah satu penyebab eksternal yang sering mengakibatkan kerontokan rambut pada wanita adalah penggunaan alat-alat styling. Kaum wanita memang lebih sering melakukan styling rambut dibandingkan kaum pria. Alat styling bertemperatur panas rentan menghilangkan kelembapan alami rambut sehingga rambut menjadi kering, kusam, dan gampang rontok. Sebaiknya Kamu mengurangi intensitas penggunaan alat styling ketika rambut sedang rontok parah. Selain itu, Kamu juga mesti menggunakan produk hair protectant sebelum melakukan styling untuk melindungi helai rambut dari temperatur panas yang berlebihan.

●     Paparan Zat Kimia dari Pewarna Rambut

Selain alat-alat styling bertemperatur panas, zat kimia yang berasal dari pewarna rambut juga kerap menjadi biang keladi kerontokan rambut. Jadi, Kamu yang hobi berganti warna rambut harus lebih waspada mulai sekarang. Usahakan untuk menggunakan bahan pewarna yang kandungannya aman bagi rambut. Jangan lupa merawat rambut dengan purple shampoo serta melakukan proses hair mask dan hair spa supaya proses regenerasi rambut tetap berlangsung lancar.

●     Kebiasaan Buruk yang Merusak Rambut

Ternyata beberapa kebiasaan sepele yang kerap dilakukan wanita berikut ini juga berdampak buruk karena menyebabkan rambut rontok parah:

●     Mengepang atau menguncir rambut setiap hari, terutama bila Kamu menggunakan ikat rambut bertekstur keras. Kebiasaan ini kulit kepala tegang sehingga rambut mudah terlepas dari folikelnya.

●     Menyisir rambut yang masih dalam keadaan basah setelah keramas.

●     Menggosok rambut terlalu kuat dengan handuk bertekstur kasar.

●     Mencuci rambut dengan air panas.

●     Mencuci rambut setiap hari sehingga rambut kehilangan kelembapan alami, mengering, dan akhirnya rontok parah.

Salah satu cara ampuh mengatasi kerontokan rambut akibat faktor eksternal adalah menggunakan produk perawatan rambut yang tepat. Kini, ada shampoo dan conditioner TRESemmé Hair Fall Control yang siap membantumu mengatasi masalah rambut rontok. Produk TRESemmé ini diformulasikan khusus TRESPLEX Fall Control Technology yang membantu mengurangi kerontokan rambut hingga 10x. TRESPLEX Fall Control Technology mengatasi rambut rontok dengan memperbaiki dan memperkuat setiap helai rambut yang rusak dari dalam sehingga rambutmu jadi lebih kuat di setiap helaiannya. Penggunaan Shampoo dan conditioner TRESemmé Hair Fall Control secara teratur akan membuat #RambutTahanBanting, tak gampang rontok, dan senantiasa sehat.

tsm hair fall control

2.  Faktor Internal

Selain faktor eksternal, beberapa faktor internal ini juga turut memperbesar risiko kerontokan rambut pada wanita:

●     Alopecia Androgenik

Alopecia androgenik adalah kondisi kebotakan rambut pada wanita karena faktor genetik yang diwariskan secara turun-temurun.Wanita yang berasal dari keluarga dengan riwayat kerontokan rambut parah lebih berisiko mengalami hal yang sama, terutama seiring bertambahnya usia. Hal tersebut dipicu oleh kondisi hormon androgen pada tubuh. Jumlah hormon androgen pada tubuh wanita memang tidak sebanyak pada tubuh pria. Namun, penurunan jumlah hormon tersebut tetap menyebabkan kerontokan rambut. Meskipun tak ada cara mengatasi rambut rontok karena penyebab yang satu ini, Kamu bisa menjalani pola hidup sehat secara konsisten untuk mengurangi risiko kerontokan rambut di usia senja.

●     Pertambahan Usia

Usia yang terus bertambah menyebabkan semakin banyak folikel rambut yang berhenti memproduksi rambut-rambut baru. Sehingga risiko rambut tipis di usia senja pun sulit dihindari. Kaum wanita biasanya mengalami kerontokan rambut lebih parah setelah memasuki fase menopause.

●     Tubuh Kekurangan Protein dan Vitamin D

Asupan protein dan vitamin D sangat penting untuk mendukung proses regenerasi sel-sel tubuh yang baru. Jika tubuh kekurangan protein jenis keratin, maka rambut akan lebih mudah terlepas dari folikelnya. Demikian pula halnya dengan vitamin D yang penting untuk menstimulasi folikel-folikel rambut. Saat tubuh kekurangan vitamin D, maka folikel rambut akan kesulitan memproduksi rambut-rambut baru yang akan menggantikan rambut rontok.

Di samping itu, pertumbuhan rambut baru juga terhambat karena kebutuhan protein dan vitamin D bagi tubuh tidak terpenuhi secara maksimal. Salah satu penyebab utama tubuh kekurangan protein dan vitamin D adalah pola diet yang kurang tepat. Jangan sampai upaya dietmu membuat tubuh jadi kekurangan protein dan bikin rambut rontok berlebihan, ya.

●     Stres Emosional

Jangan mengabaikan dampak negatif stres emosional bagi tubuh. Tak hanya membuat daya tahan tubuh menurun, stres juga bisa membuat rambut rontok parah hingga menipis. Jika stres ditangani secara serius, maka kondisi rambutmu akan pulih dan berangsur-angsur kembali tebal. Jadi, sebaiknya Kamu menangani penyebab stres secara sigap supaya tubuh dan pikiran jadi rileks dan tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut.

Salah satu penyebab stres emosional yang paling sering terjadi adalah terlalu lama bekerja. Hasil penelitian yang dilakukan di Sungkyunkwan University menunjukkan bahwa responden yang bekerja lebih dari 52 jam per minggu lebih rentan mengalami kebotakan daripada responden yang menjalani jam kerja ideal. Lebih dari 30% responden yang durasi kerjanya di atas 52 jam per minggu memiliki risiko kebotakan dua kali lebih besar daripada responden yang bekerja 40 jam per minggu. Jadi, jangan sampai jam kerja berlebihan bikin Kamu lebih rentan mengalami kerontokan rambut, ya.

●     Stres Fisik

Salah satu penyebab stres fisik yang umumnya dialami wanita adalah kehamilan. Setiap wanita akan mengalami perubahan kondisi tubuh yang berbeda saat hamil. Ada yang mengalami pertumbuhan rambut signifikan, tetapi ada pula yang mengalami kerontokan parah. Kondisi rambut yang rontok parah akan pulih seperti sedia kala pasca melahirkan. Kamu bisa mengurangi risiko rambut rontok selama hamil dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menggunakan vitamin rambut yang aman bagi calon bayimu.

●     Peradangan pada Kulit Kepala

Kondisi radang pada kulit kepala dikenal dengan istilah dermatitis seboroik. Pada tahap awal, gangguan ini biasanya membuat kulit kepala bersisik, gatal, mengelupas, hingga menimbulkan ketombe. Jika radang ini tidak ditangani secara serius, kemungkinan besar timbul gejala yang lebih parah yaitu kerontokan rambut yang berujung pada kebotakan.

●     Mengidap Penyakit Tertentu

Ada beberapa jenis penyakit yang menimbulkan efek samping berupa kerontokan rambut, misalnya lupus, gangguan kelenjar tiroid, anemia, diabetes, dan tumor pada kelenjar pituitari serta ovarium (organ penghasil hormon androgen). Tekstur rambut akan semakin tipis kalau Kamu tidak menangani penyakit penyebab rambut rontok secara intensif.

●     Konsumsi Obat dan Terapi Tertentu

Masalah rambut rontok juga rentan terjadi pada wanita yang menjalani terapi radiasi serta kemoterapi atau mengonsumsi pil KB, obat depresi, obat jantung, dan obat tekanan darah tinggi. Penyebab rambut rontok terus-menerus yang satu ini dapat diminimalkan dengan mengonsumsi vitamin A secara teratur.

 

Mengapa Wanita Jarang Mengalami Kebotakan Dibandingkan Pria?

Alasan Mengapa Rambut Wanita Lebih Sering Mengalami Kerontokan

Meskipun berisiko mengalami masalah kerontokan rambut akibat perubahan hormon (alopecia androgenik), mayoritas wanita tidak mengalami kebotakan seperti kaum pria. Hal tersebut terjadi karena perbedaan hormon penyebab kerontokan rambut. Berbeda dengan pria, wanita tidak terlalu terpengaruh dengan perubahan hormon testosteron seiring bertambahnya usia. Tubuh pria memproduksi hormon testosteron lebih banyak daripada tubuh wanita. Seiring bertambahnya usia, produksi hormon testosteron akan menurun dan menghasilkan produk sampingan yang disebut DiHidroTestosteron (DHT).

Kemunculan hormon DHT akan mempengaruhi folikel rambut pria sehingga rambut yang tumbuh jadi lebih pendek dan tipis. Proses kebotakan akibat DHT akan terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun karena tidak semua folikel rambut langsung mengalami dampak yang sama. Salah satu ciri khas kebotakan pada pria adalah garis rambut yang semakin mundur menjauhi dahi atau penipisan rambut di area pelipis hingga membentuk tapal kuda. Ciri khas kebotakan pria tersebut berbeda dengan kebotakan pada wanita yang hanya terjadi pada bagian tertentu di kulit kepala. Para wanita biasanya baru menyadari kebotakan yang dialami saat ada bagian kulit kepala yang tidak tertutup rambut (pitak).

 

Nah, kini Kamu tahu kan kalau risiko kerontokan rambut parah dan kebotakan tak cuma mengintai kaum pria. Para wanita juga tak boleh mengabaikan risiko rambut rontok yang bisa menyebabkan kebotakan. Mulai sekarang, sebaiknya Kamu konsisten menjalani pola hidup sehat dan menggunakan produk perawatan rambut berkualitas dari TRESemmé. Kalau kesehatanmu senantiasa terjaga, kondisi rambut pun akan selalu sehat dan indah sehingga membuatmu percaya diri.