Skip to content
Hati-Hati! Terlalu Lama Bekerja Bisa Picu Rambutmu Rontok Parah

Hati-Hati! Terlalu Lama Bekerja Bisa Picu Rambutmu Rontok Parah

Rambut rontok merupakan masalah kesehatan yang sering dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, masalah tersebut bisa menunjukkan bahwa kamu sedang stres. Bahkan, stres akibat pekerjaan bisa menyebabkan rambutmu jadi rontok. Dalam dunia media, fenomena rambut rontok berlebihan dikenal dengan istilah telogen effluvium.

Benarkah terlalu lama bekerja bisa memicu risiko rambut rontok?

Lantas, bagaimana cara terbaik untuk melakukan perawatan rambut rontok agar lekas pulih seperti sedia kala? Rasa penasaranmu akan segera terjawab melalui ulasan lengkap berikut ini.

 

Hasil Penelitian Mengenai Korelasi Durasi Kerja dengan Kerontokan Rambut

Durasi bekerja yang ideal adalah 40 jam per minggu atau kurang lebih delapan jam per hari. Namun, rutinitas kerja tak selalu berlangsung mulus sehingga mayoritas orang terbiasa bekerja lembur melebihi batas jam kerja ideal atau tetap bekerja di akhir pekan. Ternyata kebiasaan bekerja tersebut bisa menjadi pemicu kerontokan rambut parah.

Para peneliti dari Sungkyunkwan University School of Medicine Korea Selatan mencoba membuktikan hal tersebut. Proses penelitian yang dilakukan sejak tahun 2013 hingga 2017 tersebut melibatkan 13.000 responden pria berusia 20 hingga 59 tahun. Para responden penelitian dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok dengan durasi kerja ideal (40 jam per minggu), durasi kerja mencapai 52 jam per minggu, dan lebih dari 52 jam per minggu.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa responden yang bekerja lebih dari 52 jam per minggu lebih rentan mengalami kebotakan daripada responden yang menjalani jam kerja ideal. Lebih dari 30% responden yang durasi kerjanya di atas 52 jam per minggu memiliki risiko kebotakan dua kali lebih besar daripada responden yang bekerja 40 jam per minggu. Jika hasil penelitian Sungkyunkwan dikombinasikan dengan data-data dari American Hair Loss Association, maka dapat diprediksi bahwa 66% pria Amerika bisa mengalami kebotakan sebelum usia 35 tahun akibat durasi kerja yang terlalu lama. Hal serupa juga rentan terjadi di negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Durasi kerja yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko stres sehingga menyebabkan perubahan hormon pada kulit kepala. Selain itu, durasi kerja berlebihan juga memicu kebotakan akibat penurunan sistem kekebalan tubuh yang menghambat pertumbuhan folikel rambut (dikenal dengan sebutan alopecia). Sehingga rambut-rambut yang rontok tidak diimbangi dengan proses pertumbuhan rambut baru.

 

Hal-Hal Lain yang Menyebabkan Rambut Rontok

Selain disebabkan oleh durasi kerja yang terlalu lama, beberapa hal berikut ini juga bisa menjadi faktor pemicu rambut rontok:

●     Stres emosional, beberapa penyebab stres ini misalnya beban kerja yang terlalu berat, kondisi finansial pribadi yang sedang terganggu, masalah rumah tangga, masalah asmara, dan sakit parah yang membuat diri sendiri merasa putus asa.

●     Stres fisik, misalnya kehamilan dan sistem kekebalan tubuh menurun akibat kelelahan saat bekerja.

●     Mengidap penyakit tertentu, seperti gangguan kelenjar tiroid, alopecia areata (kerontokan atau kebotakan rambut akibat penyakit autoimun), infeksi berat, sifilis, serangan jamur pada kulit kepala, dan anemia.

●     Efek samping konsumsi obat-obatan, misalnya pil KB, vitamin A dosis tinggi, obat anti depresan, dan obat-obatan yang mempengaruhi sekresi hormon.

●     Mengalami kurang gizi (kekurangan jenis nutrisi tertentu seperti vitamin B, zat besi, atau protein).

●     Sedang menjalani proses pengobatan tertentu (terapi radiasi atau kemoterapi).

●     Perubahan hormon.

●     Faktor genetik.

●     Menggunakan produk perawatan rambut berbahan kimia, contohnya cat rambut.

●     Sering menggunakan alat styling rambut bersuhu panas.

 

Cara Mencegah dan Mengatasi Kerontokan Rambut Parah

Hati-Hati! Terlalu Lama Bekerja Bisa Picu Rambutmu Rontok Parah

Risiko rambut rontok memang tak boleh diabaikan begitu saja. Proses perawatan rambut rontok bukan hanya bertujuan mengurangi kerontokan tetapi juga dapat mencegah risikonya sejak dini. Sebelum rambutmu menipis karena rontok berlebihan, sebaiknya kamu melakukan beberapa cara efektif ini:

1.  Membatasi Durasi Kerja

Karena durasi kerja yang terlalu lama bisa menyebabkan rambut rontok, maka sebaiknya kamu mulai berupaya membatasi durasi kerja. Mulai sekarang, cobalah memulai kebiasaan baru untuk pulang tepat waktu dari kantor. Kalau kamu berprofesi sebagai pekerja lepas (freelancer). Jangan sampai aktivitas kerja remote membuat durasi kerjamu jadi berlebihan. Kamu bisa membuat jadwal baru untuk mengatur urusan pekerjaan secara tepat waktu demi menghindari risiko bekerja terlalu lama. Jika durasi kerjamu sudah ideal, risiko stres kerja yang menyebabkan rambut rontok pun dapat diminimalkan.

2.  Menyiapkan Waktu Istirahat yang Cukup

Sesibuk apapun aktivitasmu, jangan sampai kamu kekurangan waktu istirahat. Pastikan bahwa kamu punya waktu tidur minimal tujuh jam setiap hari. Karena kurang tidur juga rentan memicu stres yang memperparah kerontokan rambut. Bila memungkinkan, kamu juga bisa menyisipkan waktu tidur siang singkat (kurang lebih 30 menit) untuk memulihkan stamina dan mengurangi risiko stres sewaktu beraktivitas.

3.  Berolahraga Secara Teratur

Olahraga secara teratur juga dapat menjadi salah satu cara alami mencegah rambut rontok. Jika kamu rutin berolahraga, maka kamu akan merasa lebih rileks dan terhindar dari stres. Aktivitas fisik juga akan menstimulasi proses regenerasi sel-sel baru dalam tubuh sehingga pertumbuhan rambut tidak terhambat. Rambutmu yang rontok akan segera digantikan dengan rambut-rambut baru yang sehat. Belum terlambat kok untuk memulai kebiasaan olahraga. Kamu bisa memulainya dengan melakukan olahraga yang paling kamu sukai agar kamu lebih termotivasi menjadikannya sebagai kebiasaan.

4.  Memperbanyak Konsumsi Air Putih

Kekurangan asupan air dapat membuat pertumbuhan jaringan dalam tubuh jadi terhambat. Itulah sebabnya kamu harus memperbanyak konsumsi air putih demi meminimalkan risiko rambut rontok. Asupan air tidak hanya bisa dipenuhi melalui minum, melainkan juga dari sumber lainnya seperti makanan berkuah dan buah-buahan yang mengandung banyak air. Proses perawatan rambut rontok akan berlangsung maksimal jika kamu rutin mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak.

5.  Mengonsumsi Makanan Bergizi

Risiko rambut rontok juga akan berkurang jika kamu selalu mengonsumsi makanan bergizi dengan porsi seimbang. Rambut membutuhkan asupan protein, zat besi, vitamin A, dan vitamin B kompleks dalam jumlah yang tepat agar proses pertumbuhannya berlangsung lancar. Beberapa jenis makanan yang baik untuk mendukung pertumbuhan rambut antara lain salmon, yogurt, aneka jenis sayuran hijau, jambu, daging tanpa lemak, telur, ubi, dan oat.

6.  Menggunakan Produk Shampo dan Conditioner yang Tepat

Bila saat ini kamu sedang mengalami masalah rambut rontok, maka kamu wajib merawat rambut rontok dengan menggunakan shampo dan conditioner yang tepat. Saat ini, ada sampo dan conditioner TRESemmé Hair Fall Control yang siap membantumu mengatasi masalah rambut rontok. Produk TRESemmé ini diformulasikan khusus dengan chia seed oil dan amino vitamin yang dapat mengurangi kerontokan rambut hingga 98%. Rambutmu akan jadi 10 kali lebih kuat dan terhindar dari risiko kerontokan akibat patah. Jadi, jangan ragu menggunakan sampo dan conditioner TRESemmé Hair Fall Control untuk mengembalikan rambut indahmu yang sehat dan tebal.

7.  Merawat Rambut dengan Hati-Hati

Tak banyak orang yang menyadari kalau cara merawat rambut yang sepele juga dapat memperparah kerontokan. Untuk menghindari hal tersebut, kamu harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

●     Menggunakan handuk kepala bertekstur lembut dan tidak menggosokkannya pada rambut secara berlebihan usai keramas.

●     Jangan menyisir rambut saat masih basah sebab rambut yang basah sangat rapuh sehingga mudah rontok.

●     Sebaiknya kamu tidak menguncir, mengepang, atau mengikat rambut terlalu kencang.

●     Proses menyisir rambut harus dilakukan pelan-pelan dengan sisir bergigi jarang supaya rambut yang sedang kusut tidak rentan rontok.

8.  Menambahkan Vitamin dalam Proses Perawatan Rambut

Selain harus menggunakan shampo dan conditioner yang tepat, kamu juga harus menggunakan vitamin dalam proses perawatan rambutmu. Pemakaian vitamin akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi rambut sehingga rambutmu jadi lebih kuat dan tak mudah rontok. Vitamin berbentuk serum rambut biasanya harus digunakan sesaat setelah keramas ketika rambut sudah setengah kering. Jika kamu rutin menggunakan vitamin rambut, niscaya rambutmu yang rontok parah akan berangsur-angsur membaik dan menjadi sehat seperti sedia kala.

9.  Meminimalisir Penggunaan Alat-alat Styling

Proses styling memang menyenangkan karena membuat tampilan rambutmu jadi lebih menarik. Sayangnya, alat-alat styling bertemperatur panas rentan membuat rambutmu kering dan rontok. Sebaiknya kamu meminimalkan penggunaan alat-alat styling dari sekarang, terutama bila tidak ada acara penting di luar rumah. Keringkan rambutmu dengan cara mengangin-anginkannya tanpa hair dryer sehingga kamu terhindar dari risiko kerontokan rambut yang parah.

10.  Melindungi Rambut dan Kulit Kepala saat Beraktivitas

Polusi udara dan paparan sinar matahari bisa membuat rambutmu jadi kering, kusam, dan gampang rontok. Hal ini akan semakin parah jika kamu beraktivitas di luar ruangan hampir setiap hari. Namun, kamu bisa mengatasinya dengan cara menggunakan pelindung seperti topi, hoodie jaket, penutup kepala (head cover), atau payung saat beraktivitas di luar ruangan. Usahakan agar sinar matahari dan polusi udara tidak langsung mengenai rambutmu selama kamu beraktivitas.

11.  Memijat Kulit Kepala Secara Perlahan-lahan

Memijat kulit kepala tidak sekadar membuatmu merasa lebih nyaman dan rileks. Proses memijat juga dapat membantu memperlancar sirkulasi darah yang mendukung pertumbuhan rambut. Jadi, sebaiknya kamu meluangkan waktu memijat kulit kepala saat sedang keramas atau menggunakan masker rambut. Gunakan ujung-ujung jari untuk menciptakan gerakan lembut pada permukaan kulit kepala. Jangan menggunakan kuku atau memijat rambut dengan gerakan yang keras agar tidak menyebabkan kerontokan.

12.  Mengurangi Penggunaan Cat Rambut

Penggunaan cat rambut juga dapat menjadi biang keladi penyebab rambut rontok karena bahan-bahan kimia yang terkandung di dalamnya dapat mengganggu kesehatan rambut. Kerontokan rambut akan semakin parah bila kamu mewarnai rambut tetapi tidak melakukan proses perawatan secara tepat. Jadi, sebaiknya kamu menghentikan penggunaan cat tersebut jika rambutmu mulai mengalami kerontokan.

 

Proses perawatan rambut rontok memang tak sulit asalkan kamu mau melakukannya secara konsisten. Mulai sekarang, jangan biarkan rambutmu rontok karena hal-hal sepele. Yuk, batasi durasi kerja dan lakukan proses perawatan yang tepat supaya rambutmu senantiasa indah dan tak mudah rontok.